Cerita

Prasasti Kannada dari Dhruva

Prasasti Kannada dari Dhruva



We are searching data for your request:

Forums and discussions:
Manuals and reference books:
Data from registers:
Wait the end of the search in all databases.
Upon completion, a link will appear to access the found materials.


Kannada, Kannadiga, Kannadigaru, Karnataka,

Kannada (.р▓ир│Нр▓ир▓б Kannaс╕Нa ) adalah salah satu bahasa Dravida utama di India, yang digunakan terutama di negara bagian Karnataka selatan. Ini adalah bahasa ke-27 yang paling banyak digunakan di dunia, dengan penutur asli yang disebut Kannadigas (.р▓ир│Нр▓ир▓бр▓┐р▓Чр▓░р│Б Kannadigaru ) berjumlah kira-kira sekitar 35 juta. [1] Ini adalah salah satu bahasa resmi India dan bahasa resmi dan administratif negara bagian Karnataka. [3]

Kannada dibuktikan oleh salah satu prasasti paling awal di India. Catatan tertulis pertama dalam bahasa Kannada dilacak ke Kaisar Ashoka‘s dekrit Brahmagiri tanggal 230 SM. Saat ini, sebuah komite cendekiawan sedang mencari tag bahasa klasik untuk Kannada berdasarkan kekunoannya. [4]

Bahasa Kannada ditulis menggunakan aksara Kannada. Bahasa asli lainnya dari Karnataka, Tulu, Kodava Takk dan Konkani juga ditulis menggunakan aksara Kannada. Sastra Kannada kontemporer adalah yang paling sukses di India, dengan penghargaan sastra tertinggi India, penghargaan Jnanpith, telah dianugerahkan tujuh kali kepada penulis Kannada, yang merupakan yang tertinggi untuk bahasa apa pun di India. [5]


ಪರಿವಿಡಿ

. . [೬] (ಹಾಗು ದಕ್ಷಿಣ ) ಪೂರ್ವ ಸಂಸ್ಕೃತಿಯನ್ನು 'ಕೈ-ಕೊಡಲಿ'(kapak tangan) ಸಂಸ್ಕೃತಿಯೆಂದು . 'ಸೋಹನ್ 'ಯೆನ್ನಲಾಗುತದೆ. . [೭] . . [೮] [೯] , . (ಹಸು,ನಾಯಿ ) , , . , , , , , , , . [೧೦] ಜಿಲ್ಲೆಯ , , , . . . . . . .

, , , . . . , . -ಅಷ್ಯೂಲಿಯನ್ . ., . .ಪೂ . [೧೧] [೧೨] []

.ಪೂ . . [೧೪] , . [೧೪]

. . .

. , , . , , . . , , , , . , , , - . -ಅರೆಯುವ ., -ಕುಡಿಕೆಗಳನ್ನು . . , . -ಶಿಲಾಯುಗ . . , , , , . -ಶಿಲಾಯುಗ . , , , , -ಶಿಲಾಯುಗ , . , , , . , . -ಶಿಲಾಯುಗದ . .ಶ.ಪು. . , , , , . -ತಾಮ್ರಶಿಲಾಯುಗಗಳ ಮುಖ್ಯ , ದೊಡ್ಡ ರಚಿತವಾದ , , (ಕಪ್ಪು ) , , . . , , ., , . , , , .

  • .(12 Juli 2014,)
  • .
  • .. .ಪುಟ್ಟರಾಜು .
  • -ಬಸವಣ್ಣ .59ರಲ್ಲಿ .
  • , 12 . ಪ್ರಾಚೀನ /ಅಸ್ಥಿ ಅವುಗಳ , , . , 3 .
  • '' . , , . . . .
  • , 3 ಸಾವಿರ .

. . . (ಈಗಿನ ) . ಪರಶುರಾಮರು ದಾನಮಾಡಿ .. . .

.- . ಹೆಸರಾದ (ಸು.೧೧೦೦) .

. , . (ಈಗಿನ ) . .ಶ.ಪು. . .

.ಶ.ಪು. . (ಪ್ರ.ಶ.ಪು.ಸು. -೩೦೦) . , , , . . .

. (ಪ್ರ.ಶ.ಪು. .೬೦) . . . . , . . . . . . .ದಿ (೧ನೆಯ ) (೭೭-೭೮), . (ಬಡಿಯಮಇಯೊಇ), (ಮದೌಗೌಲ್ಯ), (ಬನಔಅಸೆಇ), (ಹಿಪ್ಪೊಕೌರ)ಗಳನ್ನೂ (ಪೌನ್ನಾಟ) (ಮಲಿಪ್ಪಲ) (ಸು. ) . . . .

. . . , - . . . ಮತ್ತು - ಹೋಲಿಕೆಯಿರುವುದರಿಂದಲೂ . . . . .

.ಪೂ 230 . 3ನೆಯ (ಕಾರವಾರ) . ಇಂದಿನ , [25][26][27][28][30][32] . [33][35] . . 450ರ . . [೧೫] [೧೬] , . .. [೧೭]

. . . ಮೇಲೆ ‘ವರ್ಮ’ . , , . . , . , , , , . . . . . . . . . . . -ಶೈವಧರ್ಮಗಳು . . . , . . .೬೩೬ರ . . .

. kuvalala.. . (ಮೈಸೂರು ) . , , , , , , . , . , . . , . . -ಎಂಬುದು . , , - . . .

. ಮತ್ತು (ಕೋಲಾರ) . , , , . . (ತಲಕಾಡು) . , (ಮನ್ನೆ) . . . . , . (ಶಿವಭಕ್ತ)ನಾಗಿದ್ದ. . . .. , -ಎಂದೆಲ್ಲ . . . . , , , , , . . .

-ಗಂಗರ . . ಕಾಲದಿಂದ (ಸು. ) . . . . . . ತೀರಿಸಿಕೊಳ್ಳುವ (ಈಗಿನ -ತಿರಚಿರಾಪಳ್ಳಿಯ ) . . . . . , .

. ಆ ಮೊದಲು ಇತರ ರಾಜಮನೆತನಗಳು ಅಲ್ಲಲ್ಲಿ ಆಳುತ್ತಿದ್ದರೂ ಕರ್ನಾಟಕದ. . . . , , - . . . . . . , , , . . . , , , , , - . , , .

, , . . . . , , , , . (ಈಗಿನ ) . . . , , , , , . , . .. . (ತುಂಬಲೂರಾಚಾರ್ಯ) . . . . . . .

. . . , , . . , . (ಐಹೊಳೆ) , , . . , . . . (ವಿರೂಪಾಕ್ಷ ) . . , , . . . . . .

., . , , , . . . . .

. . . , . . . , , , , , , .

. , (ಮಂಗಳೂರು), . . , . . . , , , , , , . . , __(ಗದ್ದೆ), .

, . . . . . . . . . .

.. , , , , , . (ಗುಲ್ಬರ್ಗಾ ) . . , . . . -ಬಂಗಾಳಗಳ ಮೊದಲು . . , , , , . . . , . . . . . . . (೯೩೯-೯೬೮) . .

, . . , , - . . , , . (ಈಗಿನ ) . (ಈಗಿನ , ) . .(ಈಗಿನ ) .

. . . , , , . . -ಮಧ್ಯಭಾರತಗಳಲ್ಲಿ . . . . . , . . , . . . , . , . . . . . . . . , , , . (ಕನ್ಹೇರಿ, , ) .. . . . , . (ನೋಡಿ) . . , - . .

. . , . . . . . , . . . , . . . . (ಸಮಸ್ಯಾಪುರಣವೆಂಬ .) . . .

. . . . . . ., , , . . , . , Âದು | Âದಾರಯಲು¿Â || . , . . , . . . , . , . . , , , , . , .

. , , (೧೦೭೭-೧೧೨೭) . . , . . . , . . . ಆದರೆ ಇವನ ಆಳ್ವಿಕೆಯ ಕಡೆಗಾಲದಲ್ಲೇ ಚಾಳುಕ್ಯ ರಾಜ್ಯದ ಅವನತಿಯೂ ಪ್ರಾರಂಭವಾಗಿ ಉತ್ತರಭಾಗದಲ್ಲಿ ಕಳಚುರ್ಯರೂ ದಕ್ಷಿಣದಲ್ಲಿ. . . .

. , , , . . . .

. . -೧೩ನೆಯ . (೧೧೦೮-೧೧೫೨) (೧೧೧೬) . , , , . . . . . . . . , . . .

(೧೧೭೩-೧೨೨೦) . , , . . . .. . ನರಸಿಂಹ , (ತಿರುಚಿರಾಪಳ್ಳಿಯ ಈಗಿನ ) . . . .

, . . , , , , , , -ಸಾಹಿತ್ಯಗಳ , . , . , , . . . , . . . , . . . . , , . . , .. . . . . .

. , , . . , . , , , . -೧೩ನೆಯ -ದಕ್ಷಿಣ . . , , .

. , . , , - . . (ಒಳಾಡಳಿತ ವಿದೇಶ ), (ರಾಜ್ಯಾಡಳಿತ ), ಭಾಂಡಾರಿ (ಹಣಕಾಸಿನ ), (ರಕ್ಷಣಾ ) (ರಾಜಮನೆತನದ ) - . . . . ಸಾಮಂತರು ರಾಜನ ಹತೋಟಿಗೊಳಪಟ್ಟಿದ್ದರೂ ತಮ್ಮ ಪ್ರದೇಶಗಳಲ್ಲಿ ಸ್ವಯಮಾಡಳಿತ ನಡೆ. , . . .

. , , . . . . (ಲಿಂಗಾಯತ) . . , , , . . , . .

. . , , . . ವಾಕ್ಯವೊಂದು : -ಹರ-ಕಮಲಾಸನ-ವೀತರಾಗ-ಬೌದ್ಧಾಲಯಂಗಳಂದಿನ .

. . , . . . , . , . , , , , . . . (೧೦೭೧-೧೧೩೭). , , . . . . . . , , , . (ಆನಂದತೀರ್ಥ, -ಸು. -೧೩೧೭) ಜನಿಸಿ . . . . , , , , , . . , , , . , . .

. . . . . . . . . , , , , . . -ರಾಜಪುರುಷರಲ್ಲಿ . , , . , , - . . . ಪೊನ್ನಕವಿಯ ಶಾಂತಿನಾಥಪುರಾಣದ ಒಂದು ಸಾ. ,೫೦೦ , . . . . . . .

. . , , . . , , . , , , - . . . . . . . ಆಶ್ರಯದಾತನ - . , . . . .

. , . , . . , , . , , , , , , - . . . , , . . , , . , , -ಮಾಧವರು . , . , , , , . . . ಅವನ, , . . .

. . , . . , - . . . . . (ವಿಕ್ರಮಾದಿತ್ಯನ ) . . .

. (ಸು.೧೦೪೦) . . . , , , , , . , , , , , , . . . , . . . . , - . .

, . . . , , . . , . . , . . . . , , , , . . . , , , . . . . . , . . . . . . . . .


Prasasti Kannada Bangalore – Menelusuri Sejarah Satu Batu Sekaligus

Tahukah Anda bahwa prasasti Kannada yang digali dari Bangalore, menceritakan kisah kota sebelumnya? Kisah yang sama sekali tidak kita sadari?

Nah, banyak catatan sejarah yang ditemukan tidak ditulis di atas kertas melainkan di atas batu, melainkan di atas prasasti. Prasasti ini berasal dari ribuan tahun yang lalu dan berbicara tentang pemerintahan raja, mitologi, astrologi, perkembangan bahasa, evolusi masyarakat, dll.

Menemukan batu-batu ini tidak mudah, tetapi itu tidak cukup untuk menghentikan pencarian Uday Kumar dan Vinay Kumar. Hingga saat ini, mereka telah menemukan hampir 30 batu bertuliskan berbagai pesan yang berbicara tentang sejarah Bengaluru yang terlupakan.

Menelusuri Prasasti Kannada Bangalore – Awal Perjalanan Mereka

Pencarian prasasti Kannada dimulai dengan UdayUpaya Kumar menelusuri akar lingkungannya, Rajajinagar. Dia telah diberitahu tentang sebuah desa dengan nama Kethmaranahalli di mana sebuah prasasti batu dapat ditemukan yang membuktikan keberadaan sebuah danau.

Namun, pencarian ini tidak membuahkan hasil dan batu tidak dapat ditemukan. Pada awal tahun 2017, ia menghadiri ceramah astrofisikawan Dr. Shylaja BS. Dia adalah mantan direktur Planetarium JN Bengaluru dan berbicara tentang bagaimana prasasti batu digunakan untuk merekam peristiwa langit.

Pembicaraan ini meningkatkan minat Uday untuk menemukan prasasti Kannada ini. Pada saat itu ia juga menemukan sebuah buku karya mantan direktur Departemen Arkeologi Mysore, BL Rice-Epigraphia Carnatica.

Buku ini mendokumentasikan 9000 prasasti yang ditemukan di wilayah Mysore lama. Prasasti ini ditemukan pada pelat tembaga tua dan permukaan litik. Ketika Uday memberi tahu teman bersepedanya, Vinay Kumar tentang pencarian ini, dia menemukan pasangan. Kedua sahabat itu memutuskan untuk menemukan batu-batu yang disebutkan dalam buku itu dan mendokumentasikan apa yang tersisa dari mereka.

Prasasti Kannada di Bangalore – Menemukan Batu

Meskipun buku itu menyebutkan lokasi prasasti, menemukannya tidaklah mudah. Buku ini ditulis pada tahun 1894 dan sejak itu Bengaluru dan daerah sekitarnya telah mengalami lautan perubahan. Di beberapa daerah, nama telah berubah dan orang tidak lagi mengenali nama lama. Di tempat lain, landmark yang digunakan untuk menandai lokasi batu telah lenyap.

Pengembangan real estat telah menjadi kendala lain dalam perjalanan mereka. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan dibingungkan dengan pemburu harta karun dan penduduk setempat tidak mempercayai mereka karena takut kehilangan tanah mereka. Dan kemudian, tentu saja, batu-batu itu telah lapuk oleh waktu dan prasasti yang mungkin telah jelas seabad yang lalu lebih sulit dikenali hari ini.

Hanya melalui kesabaran dan ketekunan kedua sahabat itu berhasil menemukan hampir 30 dari 150 prasasti Kannada yang disebutkan dalam buku tersebut.

Sekitar 100 dari batu-batu ini diyakini telah hancur dalam 15 tahun terakhir. Untuk mengatasi rintangan mereka, keduanya telah menghabiskan banyak waktu berbicara dengan penduduk tertua di daerah yang disebutkan dalam buku tersebut.

Dalam prosesnya, mereka belajar sejumlah cerita menarik tentang wilayah tersebut. Seringkali penduduk desa akan berbicara tentang danau tua, pohon, dan kuil di mana mereka ingat pernah melihat batu prasasti. Ini berfungsi sebagai petunjuk dalam menemukan lokasi batu saat ini.

Begitu sebuah batu ditemukan, mereka memotretnya dan membersihkannya dengan sabun dan air. Pencitraan Transformasi Reflektansi dan teknik air dan cahaya lainnya serta penelusuran tepung kemudian digunakan untuk membuat prasasti lebih jelas. Dengan bantuan peta google, mereka juga bisa merekam lokasi batu yang tepat.

Sejarah Prasasti Kannada – Apa Kata Batu?

Beberapa batu tanggal kembali ke 750CE. Prasasti Kannada di atasnya menjelaskan praktik pemerintahan waktu, perdagangan, dan perdagangan, hibah tanah, pluralitas linguistik, dll. Beberapa batu juga menyebutkan peristiwa astronomi seperti gerhana matahari. Batu-batu juga membantu menjelaskan bagaimana daerah tersebut berkembang dari waktu ke waktu.

Kannada adalah bahasa dominan yang ditemukan di sebagian besar prasasti. Prasasti batu yang ditemukan di KR Puram dan Dasarahalli mungkin merupakan contoh prasasti Kannada tertua yang ditemukan di Bengaluru. Aksara pada prasasti ini mirip dengan prasasti Halmidi yang berusia 300 tahun. Dengan demikian, ini membantu merencanakan garis waktu untuk pengembangan bahasa Kannada.

Tamil dan Telegu berada di urutan kedua. Penggunaan bahasa-bahasa ini menunjukkan penggunaan dan perkembangannya dan memberikan wawasan tentang dinasti yang memerintah pada saat itu. Misalnya, batu milik periode Chola atau periode Hoysala memiliki prasasti Tamil sementara Telugu adalah bahasa dominan untuk batu milik Kekaisaran Vijayanagar.

Beberapa Batu Penting

Prasasti Batu Jakkur – Periode Hoysala 1342 M

Prasasti Kannada ini menggambarkan bagaimana seorang kepala suku setempat menghadiahkan Jakkur kepada Allala, akuntan desa sebagai pembebasan pajak. Sebuah prasasti simbol matahari dan bulan menandakan bahwa proklamasi ini berlaku untuk selama-lamanya.

Allasandra Prasasti Batu- Kerajaan Vijayanagara

Prasasti ini berbicara tentang bagaimana Sadashivaraya desa Allalasandra diberikan kepada Dewa Allalanatha dari Jakkur. Istilah-istilah yang disebutkan dalam prasasti mengatakan bahwa kepemilikan penuh diserahkan dengan semua hak atas properti. Inilah bukti betapa majunya sistem hukum pada masa itu.

Kodigehalli Prasasti Batu – 1431 M

Prasasti batu ini mencatat bagaimana Virupakshapura diberikan kepada kuil Someshwara di Shivanasamudra. Hari ini, Shivanasamudra dikenal sebagai Hesaraghatta. Hadiah tersebut diberikan pada tanggal 8 Agustus 1431 saat terjadi gerhana matahari untuk menghormati umur panjang dan kemakmuran Raja Devaraya.

Ini adalah penyebutan Shivanasamudra yang paling awal dan membantu menentukan tanggal wilayah tersebut kembali ke 1430CE. Ini juga dapat menjelaskan bagaimana daerah Kodigehalli mendapatkan namanya sebagai kodige yang berarti 'hibah' dalam bahasa Kannada. Gerhana matahari yang disebutkan di batu ini juga penting bagi para astronom.

Pameran Batu

Pada November 2017, Vinay Kumar dan Uday Kumar bermitra dengan Departemen Arkeologi untuk menyelenggarakan pameran bertajuk 'Batu Prasasti Bengaluru' di Galeri Seni Venkatappa Bengaluru. Tujuan utama dari pameran ini adalah untuk mendokumentasikan batu prasasti Kannada ini dan membuat orang sadar akan pentingnya batu tersebut.

Poster dibuat sekitar 25 batu dengan gambar, terjemahan dari prasasti dan sejarah mereka. Setiap poster juga memiliki kode QR yang ditautkan ke lokasi batu yang sebenarnya di Google Maps dan model 3D batu tersebut. Untuk memperingati pameran tersebut, layanan Pos India juga melakukan pembatalan pos khusus. Ini adalah tanda khusus pada stempel pos yang mencegah penggunaannya kembali.

Setelah pameran, diadakan kontes bagi mahasiswa untuk merancang tempat berlindung bagi batu-batu tersebut. UNESCO juga mendokumentasikan proyek tersebut dalam bentuk dua video dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Ini nantinya dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Hindi dan Kannada juga.

Pameran ini juga membuat orang lebih sadar akan batu dan membantu mereka mengambil tanggung jawab untuk merawatnya. Misalnya, penduduk setempat di Jakkur dan Allalsandra memindahkan batu-batu di daerah itu ke lokasi yang lebih aman begitu mereka menyadari pentingnya batu itu.


  1. ^ AB Kamath (2001), hal 75
  2. ^ ABReu (1933), hal 62
  3. ^Dr. P. B. Desai dan K. V. Subrahmanya Aiyar dalam Kamath (2001), hal 75
  4. ^ Sen, Sailendra Nath (2013). Buku teks sejarah India abad pertengahan. Buku Prima. hal.㺔. ISBN  9789380607344 .
  5. ^ SEBAGAI. Altekar di Kamath (2001), hal 75
  6. ^ A. S. Altekar dalam Kamath 92001), hal 76
  • Sastri, Nilakanta K.A. (2002) [1955]. Sejarah India Selatan dari zaman prasejarah hingga jatuhnya Vijayanagar. New Delhi: Cabang India, Oxford University Press. ISBN  0-19-560686-8 .
  • Kamath, Suryanath U. (2001) [1980]. Sejarah singkat Karnataka : dari zaman prasejarah hingga sekarang. Bangalore: buku Jupiter. LCCN�. OCLC�.
  • Reu, Pandit Bisheshwar Nath (1997) [1933]. Sejarah Rashtrakutas (Rathodas). Jaipur: Skema publikasi. ISBN  81-86782-12-5 .

Isi

Meskipun Govinda III menjadi kaisar, tidak sebelum harus menghadapi beberapa perselisihan internal keluarga. Kakak laki-lakinya Kambarasa (juga dikenal sebagai Stambha) yang mendambakan takhta pergi berperang setelah membentuk aliansi dua belas kepala suku seperti yang tertulis dalam catatan Navasari. [1] Catatan lain seperti catatan Sisvayi dan Sanjan menyebutkan dukungan kepada Govinda III dari saudara Indra dan kemenangan melawan pasukan gabungan Kambarasa. [2] Shivamara II dari Dinasti Gangga Talakad telah bergabung dengan Kambarasa tetapi setelah kekalahan itu dipenjara untuk kedua kalinya sementara Kambarasa diampuni dan diizinkan untuk memerintah dari Gangavadi.

Dari ibu kotanya di Mayurkhandi di distrik Bidar, Govinda III melakukan kampanye utaranya pada tahun 800 M. Dia berhasil mendapatkan penyerahan Gurjara-Pratihara Nagabhata II, Dharmapala dari Kerajaan Pala dan penguasa boneka Kannauj, Chakrayudha. Dikatakan Nagabhata II melarikan diri dari medan pertempuran. Lempengan Sanjan Govinda III menyebutkan bahwa kuda Govinda III meminum cairan es yang menggelegak di aliran Himalaya dan gajah perangnya mencicipi air suci Sungai Gangga. [2] Para penguasa Magadha dan Bengal juga tunduk padanya. Sebuah prasasti tahun 813 menyatakan bahwa Govinda III menaklukkan Lata (Gujarat selatan dan tengah) dan menjadikan saudaranya Indra sebagai penguasa wilayah tersebut. Ini pada dasarnya menjadi cabang dari Kekaisaran Rashtrakuta. [3] Namun, pendapat lain adalah Govinda III memiliki kendali atas wilayah antara Vindhyas dan Malwa di utara hingga Kanchi di selatan, sementara jantung kerajaannya terbentang dari sungai Narmada hingga Tungabhadra. [3] Setelah penaklukan Malwa Govinda III memastikan dinasti Paramara akan memerintah sebagai pengikut dinasti Rashtrakuta pada 800 M. [4]

Chalukya Timur yang telah mengambil sikap antagonis terhadap Rashtrakuta kembali harus menghadapi murka Govinda III, yang mengalahkan Chalukya Vijayaditya II dan mengangkat Bhima Salki sebagai penguasanya. Dia selanjutnya mengalahkan raja Kaushal (Kosala) dan menduduki sebagian Andhra dan mengalahkan Pallava Dantivarman pada tahun 803 di Kanchi. Dia bahkan mendapatkan penyerahan Raja Ceylon bahkan tanpa pergi berperang. Raja Ceylon dikatakan telah mengiriminya dua patung, satu dari dirinya sendiri dan satu lagi dari menterinya sebagai tindakan penyerahan. [5] Catatan Nasari menyatakan bahwa sekarang semua kerajaan di negara Tamil, Chola, Pandyas dan Kerala membayar upeti kepada Govinda III. [5]

Tidak pernah Kekaisaran Rashtrakuta mencapai tingkat kesuksesan militer dan puncak kejayaan seperti itu. [6] Govinda III meninggal pada tahun 814. [7] Saudaranya Indra selama waktu ini mendirikan cabang Gujarat (Lata). Ia digantikan oleh putranya Amoghavarsha I.


Sejarah Dinasti Kadamba

Tidak ada kekurangan mitos tentang asal usul Kadamba. Menurut salah satu catatan, dinasti ini didirikan oleh seorang Trilochana Kadamba yang juga dikenal dari catatan Halsi dan Degamve sebagai Jayanta yang memiliki tiga mata dan empat lengan. Dia lahir dari keringat Siwa, yang jatuh di bawah pohon Kadamba dan karenanya namanya Kadamba. Menurut mitos lain, Mayurasharma sendiri lahir dari Dewa Siwa dan ibu bumi dan memiliki tiga mata. Menurut Grama Paddhati, sebuah karya Kannada yang berhubungan dengan sejarah Tulu Brahmana, Mayurasharma lahir dari Dewa Siwa dan dewi Parvathi di bawah pohon Kadamba di pegunungan Sahyadri dan karenanya dinamai Kadamba. Sebuah prasasti dari Nagarakhanda Kadambas, sebuah dinasti keturunan kemudian, memberikan kisah legendaris dan menelusuri garis keturunan mereka kembali ke Nandas. Menurut prasasti tersebut, Raja Nanda yang tidak memiliki ahli waris berdoa kepada Dewa Siwa di pegunungan Kailash ketika suara surgawi menasihatinya bahwa dua putra akan dilahirkan untuknya, akan menyandang nama Kadamba Kula (keluarga) dan mereka harus diinstruksikan dalam penggunaan senjata.

Ada dua teori tentang asal usul dinasti Kadamba, asal Kannadiga asli dan yang lainnya asal India utara. Penyebutan asal India utara dari Kadamba hanya ditemukan dalam catatan mereka kemudian dari dinasti keturunan cabang mereka dan dianggap legendaris. Catatan paling awal yang membuat klaim ini adalah prasasti Harikesari Deva 1053 dan 1055 yang disalin dalam prasasti sesudahnya, menggambarkan Mayurasharma sebagai nenek moyang kerajaan yang mendirikan kekuasaannya di puncak Gunung Himavat. Tapi teori ini belum menemukan popularitas karena tidak ada indikasi akun ini di salah satu catatan awal mereka. Sebaliknya, keluarga tersebut mendapatkan namanya dari pohon Kadamba yang hanya umum di wilayah India Selatan.

Sejarawan terbagi dalam masalah kasta keluarga Kadamba, apakah pendiri kerajaan berasal dari kasta Brahmana seperti yang diklaim oleh prasasti Talagunda, atau berasal dari suku. Klaim telah dibuat bahwa Kadamba tidak lain adalah suku yang disebut Kadambu, yang berkonflik dengan kerajaan Chera (wilayah Tamil Nadu Kerala modern). Temuan 'Kadambu' disebutkan dalam literatur Tamil Sangam sebagai pemuja totem pohon Kadambu dan dewa Hindu Subramanya. Sementara beberapa sejarawan berpendapat bahwa mereka sebagai keturunan Brahmana membuat nenek moyang Mayurasharma asli India utara, argumen kontra adalah bahwa itu umum untuk orang Dravida untuk diterima ke dalam kasta Brahmana selama awal dan kemudian abad pertengahan. Menjadi Kannadigas asli, Kadamba segera memberikan kepentingan administratif dan politik untuk bahasa mereka, Kannada, setelah berkuasa. Dengan demikian diklaim bahwa keluarga Kadamba tidak diragukan lagi keturunan Kanar dan mungkin telah diterima dalam kasta Brahmana. Keturunan Naga dari Kadamba telah dinyatakan dalam prasasti awal Raja Krishna Varma I juga, yang menegaskan bahwa keluarga itu berasal dari Karnataka sekarang.

Prasasti dalam bahasa Sansekerta dan Kannada adalah sumber utama sejarah Kadamba. Prasasti Talagunda, Gundanur, Chandravalli, Halasi dan Halmidi adalah beberapa prasasti penting yang menyoroti keluarga penguasa kuno Karnataka ini. Mereka berasal dari Manavya Gotra dan merupakan Haritiputra (garis keturunan), yang menghubungkan mereka dengan suku asli Chutus dari Banavasi, sebuah feudator dari kerajaan Satavahana. Prasasti Kadamba dalam bahasa Kannada dan Sansekerta yang dianggap berasal dari dinasti utama dan cabang kerajaan telah diterbitkan oleh para sejarawan. Kadamba mencetak koin dengan legenda Nagari, Kannada dan Grantha yang memberikan bukti numismatik tambahan tentang sejarah mereka.

Kadamba adalah penguasa pertama yang menggunakan Kannada sebagai bahasa administratif resmi tambahan, sebagaimana dibuktikan oleh prasasti Halmidi tahun 450. Tiga prasasti Kannada dari pemerintahan awal mereka dari Banavasi telah ditemukan. Beberapa koin awal dinasti Kadamba yang memuat prasasti Kannada Vira dan Skandha ditemukan di kolektor Satara. Sebuah koin emas Raja Bhagiratha (390-415 M) bertuliskan legenda Kannada lama Sri dan Bhagi juga ada. Penemuan terbaru koin tembaga Kadamba abad ke-5 di Banavasi dengan tulisan aksara Kannada Srimanaragi di atasnya membuktikan penggunaan bahasa Kannada di tingkat administrasi lebih lanjut.

Salah satu prasasti mereka yang paling awal, prasasti Talagunda Santivarma (450) memberikan apa yang mungkin menjadi penyebab paling mungkin munculnya kerajaan Kadamba. Disebutkan bahwa Mayurasharma adalah penduduk asli Talagunda, (sekarang distrik Shimoga) dan keluarganya mendapatkan namanya dari pohon Kadamba yang tumbuh di dekat rumahnya. Prasasti tersebut menceritakan bagaimana Mayurasharma melanjutkan ke Kanchi pada tahun 345 bersama dengan guru dan kakeknya Veerasarma untuk melanjutkan studi Veda di Ghatika (sekolah). Di sana, karena beberapa kesalahpahaman antara dia dan penjaga Pallava atau di Ashvasanstha (tempat pengorbanan kuda), pertengkaran muncul di mana Mayurasharma dipermalukan. Dalam kemarahan tinggi, Brahmana menghentikan studinya, meninggalkan Kanchi, bersumpah membalas dendam pada Pallawa yang kurang ajar, dan mengangkat senjata. Dia mengumpulkan sekelompok pengikut yang setia dan mengarahkan pasukan Pallava di dekat wilayah Srisilam. Setelah periode perang intensitas rendah yang berkepanjangan melawan Pallawa dan raja-raja kecil lainnya seperti Brihad-Banas dari wilayah Kolar, ia memproklamasikan kemerdekaan. Tidak dapat menahannya, para Pallawa harus menerima kedaulatannya. Jadi dalam tindakan kemarahan yang benar lahir kerajaan asli pertama Karnataka, Raja Pallava Skandavarman yang merendahkan untuk mengakui kekuatan Kadambas yang tumbuh di selatan sungai Malaprabha sebagai kekuatan berdaulat. Cendekiawan seperti Mores dan Sastry berpendapat bahwa Mayurasharma memanfaatkan kebingungan yang diciptakan oleh invasi Samudragupta yang dalam Prasasti Allahabad-nya mengklaim telah mengalahkan Wisnugopa dari Kanchi. Mengambil keuntungan dari melemahnya kekuatan Pallava, Mayura tampaknya telah berhasil mendirikan kerajaan baru." Fakta bahwa Mayurasharma harus melakukan perjalanan ke Kanchi yang jauh untuk belajar Veda memberikan indikasi bahwa pengetahuan Veda cukup mendasar di wilayah tersebut pada waktu itu. Prasasti Gudnapur yang baru ditemukan menyatakan bahwa kakek dan pembimbing Mauryasharma adalah Virasarma dan ayahnya Bandhushena mengembangkan karakter seorang Kshatriya.

Penerus Mayurasharma adalah putranya Kangavarma pada tahun 365 yang harus melawan kekuatan Vakataka untuk melindungi Kuntala. Dia dikalahkan oleh Vakataka Prithvisena tetapi berhasil mempertahankan kebebasannya. Putranya Bhagiratha dikatakan telah mengambil kembali kerugian ayahnya tetapi prasasti Vakataka tidak membuktikan hal ini. Putranya Raghu meninggal melawan Pallavas. Dia digantikan oleh saudaranya Kakusthavarma yang merupakan penguasa paling kuat dari dinasti. Dia memelihara hubungan perkawinan bahkan dengan Gupta kekaisaran di utara, menurut prasasti Talagunda. Salah satu putrinya menikah dengan putra Kumara Gupta, Skanda Gupta. Putrinya yang lain menikah dengan seorang raja Vakataka Narendrasena. Dia memelihara hubungan yang sama dengan Bhatari, Alupa dari Kanara Selatan dan Dinasti Ganga Barat dari Gangavadi menurut prasasti Talagunda. Penyair besar Kalidasa telah mengunjungi istananya.

Setelah Kakusthavarma hanya Ravivarma yang naik takhta pada tahun 485 yang mampu membangun kerajaan. Pemerintahannya ditandai dengan serangkaian bentrokan dalam keluarga, dan juga melawan Pallawa dan Gangga. Dia juga dikreditkan dengan kemenangan melawan Vakataka, yang membantu memperluas Kerajaannya sejauh utara sungai Narmada. Inti kerajaan mereka pada dasarnya terdiri dari wilayah besar Karnataka, Goa dan wilayah selatan Maharashtra saat ini. Setelah kematiannya, kerajaan mengalami kemunduran karena perselisihan keluarga. Pelat Birur dari Kadamba Wisnuvarman menyebut Shantivarman "Penguasa seluruh wilayah Karnataka". Cabang Triparvatha yang memisahkan diri pada tahun 455 memerintah dari Murod di Belagavi untuk beberapa waktu dan bergabung dengan kerajaan Banavasi utama selama pemerintahan Harivarma. Akhirnya kerajaan jatuh ke kekuasaan Badami Chalukya. Kadamba kemudian menjadi feudatori dari Badami Chalukya dan kemudian Rashtrakuta dan Kalyani Chalukya. Penerus Mayurasharma menggunakan nama "varma" untuk menunjukkan status Kshatriya mereka.


Kekunoan Bahasa Kannada

Kannada adalah di antara lebih dari 20 bahasa dari kelompok Dravida. Ini adalah salah satu bahasa Dravida tertua. Nama islah ditemukan dalam salah satu prasasti Ashokan di Karnataka telah digambarkan sebagai kata Kannada oleh Prof. D.L. Narasimhachar. Menurutnya, itu berarti “melempar anak panah”. Jadi, Kannada adalah bahasa lisan selama abad ke-3 SM. diri.Dokumen penting berikutnya yang membantu kita membuktikan kekunoan bahasa Kannada adalah Geografi ditulis oleh Ptolemy, seorang sarjana dari Alexandria, selama paruh pertama abad kedua M. Ptolemy berbicara tentang banyak tempat di Karnataka seperti Kalgeris (diidentifikasi sebagai Kalkeri), Modogoulla (Mudugal), Badamios (Badami) dan seterusnya. Semua ini bukan hanya tempat di Karnataka, tetapi juga nama-nama yang berasal dari Kannada.

Catatan Halmidi Kadamba yang terkenal yang merupakan prasasti dari abad ke-5, adalah yang tertua yang ditulis dalam aksara Kannada Lama. Kami memiliki Catatan Badami Mangalesha juga tertanggal 578 A.D. di Kannada. Rekaman Kappe Arabhatta di Badami (700 A.D.) memiliki puisi Kannada pertama dalam tripadi meter. Karya sastra tertua yang tersedia di Kannada adalah Kavirajamarga, sebuah buku tentang puisi milik abad ke-9. Karya ini berbicara tentang beberapa penyair sebelumnya di Kannada. Oleh karena itu, Kannada pasti telah menjadi bahasa yang berkembang sepenuhnya pada abad ke-5 atau ke-6 M dan harus menjadi bahasa lisan setidaknya beberapa abad sebelumnya.


Dari Era Keemasan 70-an Hingga Sekarang: Sejarah Singkat Kelahiran & Bangkitnya Sinema Kannada

Era Emas Cendana umumnya periode waktu 70-an ketika wajah film benar-benar berubah. Namun sebelum masuk ke detailnya, berikut adalah sejarah singkat lahir dan berkembangnya Sinema Kannada. Itu di awal 30-an bahwa Sandalwood, juga dikenal sebagai Chandanavana, secara teknis lahir. Sati Sulochana dan Bhakta Dhruva, dua talkie Kannada pertama (Film dengan hanya sebuah soundtrack, agak seperti film bisu) dirilis di bioskop pada tahun 1934.

Seorang sutradara terkemuka Gubbi Veerana segera muncul di tahun empat puluhan dan menyutradarai banyak sandiwara teater. Tidak lama kemudian ia memulai perusahaan teaternya sendiri yang disebut 'Perusahaan Gubbi Veerana'. Satu dekade kemudian, megabintang milenium Dr Rajkumar terungkap dari perusahaan drama yang sama dan situasi berubah seketika, tentu saja mendukung industri film! Apalagi? Debut Dr Rajkumar di Bedara Kannappa (1954) bersama Narasimha Raju, yang kami hormati sebagai Hasya Chakravarthy dari Karnataka, membuka ruang untuk lebih banyak film mitologis-historis. Pemerintah Pusat pun mengapresiasi upaya ini karena film tersebut berhasil diputar di bioskop selama 365 hari.

Satu dekade kemudian, yaitu pada tahun 60-an, di mana sebagian besar film yang dibuat bersifat mitologis atau memiliki sentuhan sejarah. Terkenal di era ini adalah aktor seperti Kalyan Kumar, Uday Kumar dan Rajkumar. Itu juga merupakan saat ketika aspek komedi, petualangan, dan romansa mulai mendapatkan popularitas. Akhirnya, kita mulai dengan tahun 70-an, juga dikenal sebagai 'Era Keemasan' Cendana dan kita akan melihat evolusi industri sejak saat itu.

Era Emas – 1970-an-1980-an

Sutradara Puttanna Kanagal dapat dianggap sebagai doyen Cendana selama periode ini karena caranya yang khas dalam membuat film. Soalnya, Pak Kanagal selalu terpesona dengan pembuatan film independen, jadi dia sering memilih topik yang dianggap tabu, atau jarang dibicarakan. Karena dia tidak terlalu peduli dengan hal lain selain visinya, sutradara Puttanna Kanagal bisa membuat permata seperti Naagarahavu (1972), Shubhamangala (1975), dll.

Era Emas juga dihargai karena alasan lain. Itu karena itu adalah waktu ketika dua bintang lain bersinar terang – Sahasa Simha Vishnuvardhan dan Bintang Pemberontak. Mereka melangkah ke industri film Kannada selama periode ini dan menciptakan kegemparan massa dengan film-film unik mereka. Selanjutnya, sinema paralel, juga dikenal sebagai sinema alternatif, dibawa ke industri berkat legenda TS Nagabharana (Narasimha dari Bramhagantu).

Segera, lebih banyak nama mulai ditambahkan ke daftar aktor luar biasa Sandalwood – seperti Ananth Nag, Tiger Prabhakar, Padma Vasanthi dan Lakshmi. Ini terbukti mengirim industri perfilman Namma Kannada ke posisi teratas di seluruh India Selatan. Dari akhir 80-an, masuknya bintang seperti Crazy Star V Ravichandran, Ramesh Aravind dan bahkan Shivarajkumar memunculkan tren baru film berorientasi keluarga!

Tahun 1990-an

Sementara lebih banyak direktur mulai masuk ke industri, kontribusi terbesar dibuat oleh Rajendra Singh Babu, V Somashekhar dan HR Bhargava di antara yang lainnya. Ini juga merupakan saat ketika Hamsalekha, direktur musik dan komposer terbaik industri muncul. Dia berkolaborasi dalam banyak kesempatan dengan Crazy Star V Ravichandran untuk membuat lagu-lagu bertema anak muda yang merdu. Itu adalah periode ketika aktris seperti Sudha Rani, Malashri, Vanitha Vasu dan Tara menjadi pusat perhatian.

Pada pertengahan tahun sembilan puluhan, revolusi digital telah dimulai, jadi seiring waktu, perubahan yang relevan dan dapat dipercaya seperti itu mulai dieksekusi di layar. Contoh terbesar dari perubahan ini adalah debut sutradara Real Star Upendra, Om, yang sebenarnya telah mempekerjakan gangster sungguhan dari Bangalore untuk memainkan peran yang relevan. Hit berikutnya datang dalam bentuk debut aktingnya A, yang sama-sama menjadi hit di antara penonton.

Tahun 2000-an & 8211 Sekarang

Bagi kaum milenial, ini akan menjadi era Sandalwood terbaik Anda karena sederet aktor muda gagah yang datang seperti gelombang kelegaan di tahun 2000-an hingga saat ini. Baik itu debut akting Puneeth Rajkumar pada tahun 2002 atau debut Vihan Gowda pada tahun 2019, popularitas dan fandom kembali mengalir deras selama era milenial. Dengan konsep seperti film berorientasi massa hingga film aksi beroktan tinggi, perubahan dan penerimaan luar biasa yang ditunjukkan oleh para penggemar tidak lain adalah kegembiraan dan rasa terima kasih dari para selebriti.

Dekade terakhir juga melihat munculnya aktor seperti Bintang Menantang Darshan, Kichcha Sudeep, Bintang Goyang Yash, Bintang Emas Ganesh dan banyak lagi. Tahukah Anda bahwa berkat film tahun 2006 Mungaru Male yang dibintangi Ganesh, adalah film India pertama yang ditayangkan selama lebih dari setahun di bioskop multipleks? Tidak hanya itu, dibuat dari anggaran sekitar 1,3 crores, film ini menghasilkan keuntungan 80 crores! Bukankah itu sangat menakjubkan?

Film lain yang dibom di box office selama era ini adalah Bhajarangi, Ramachari dan Jackie. Karena fakta bahwa industri film Kannada dieksploitasi dalam hal ide film di awal dekade ini, 5-6 tahun terakhir telah terbukti sangat bermanfaat bagi Cendana. Penghargaan Film Nasional pada tahun 2019 seperti sekotak barang untuk Sandalwood karena memenangkan total 13 penghargaan! Dari jumlah tersebut, 11 adalah untuk film layar lebar, maksud saya betapa menakjubkannya itu?

Menurut laporan 2018-19, kami juga merupakan industri film pertama yang menyelesaikan total kotor 243 film. Beberapa penghargaan termasuk Film Kannada Terbaik untuk Nathicharami dan Penghargaan Teratai Emas untuk film Anak-anak Terbaik. Sutradara Rishab Shetty Sarkari Hi Pra Shaale, Kasagodu Koduge: Ramanna Rao memenangkan hati banyak orang dan akhirnya mendapatkan penghargaan bergengsi. Semua ini membuktikan bahwa industri semakin gencar dan waspada dalam membuat film-film yang ingin ditonton orang. Seperti yang mereka katakan ‘Abimaanigalu Nammane Devaru‘ (Fans Adalah Tuhan)!

Apa yang paling Anda sukai dari industri Cendana? Beri tahu kami pendapat Anda di ruang di bawah ini.

Tonton Doddmane Hudga jika Anda adalah penggemar Power Star dan Rebel Star, streaming di sini di platform ZEE5.


Bit Objektif

1 Siapa primogenitor kerajaan Vemulawada Chalukya?
1. Vinayaditya Yuddhamala
2. Arikesari-II
3. Baddega
4. Dantidurga.
jawaban 1

2. Rezim Vemulawada Chalukya:
1. 641-725 M. 2. 750-973 M.
3. 725-850 M. 4. 650-825 M.
jawaban 2

3. Siapa yang terkenal di antara para Chalukya Vemulawada?
1. Arikesari-II 2. Baddega
3. Arikesari-I 4. Yuddhamala
jawaban 1

4. Raja Vemulawada Chalukya yang melindungi penyair Pampa:
1. Arikesari-1 2. A$ikesari-II
3. Yuddhamalla 4. Baddega
jawaban 2

5. Raja Chalukya Vemulawada bergelar Soladagandadu:
1. Vaga raju 2. Arikesari-I
3. Baddega 4. Narasimha-II
Jawab 3

6. Siapa yang membangun kuil Subhadama Jain di Vemulawada?
1. Yuddhamalla 2. Arikesari-II
3. jatachodha Bhima 4. Baddega-II
Jawab 4

7. Siapa yang melindungi Somadeva suri, siapa Jaina charya yang terkenal?
1, Arikesari-III 2. Arikesari-II
3. Arikesari-I 4. Baddega
jawaban 1

8. Puisi yang membandingkan Arikesari-II dengan Arjuna dalam Mahabharata, ditulis oleh Pampa:
1. Adipurana
2. Vikramaijuna Vijayam
3. Ramayana
4. Kumarasambhavam
jawaban 2

9. Di antara wilayah-wilayah berikut yang disebut sebagai Sapada laksha desam selama periode Chalukya Vemulawada?
1. Karimnagar, Bodhana
2. Nalgonda, Adilabad
3. Karimnagar, Nalgonda
4. Vemulawada, Bodhana
jawaban 1

10. Arikesari-I adalah raja feodal dari:
1. Dantidurga 2. Dhruva
3. Krishna-II 4. Indra-III
jawaban 2

11 Ibukota pertama Vemulawada Chalukyas:
1. Bodhan 2. Vemulawada
3. Karimnagar ‘ 4. Gangadhara Pattanam
jawaban 1

12. Ibukota Vikramaditya Yuddhamalla, yang memulai dinasti Vemulawada Chalukya?
1. Vemulawada 2. Ninduru Bodhana
3. Karimnagar 4. Gangadhara
jawaban 2

13. Sebagai raja feudator siapa, Chalukya Vemulawada berpartisipasi dalam perang dengan Vengi Chalukya?
1. Vakataka. 2. Mauiyas
3. Rastrakuta 4. Tak satu pun dari ini
Jawab 3

14. Siapa yang membangun candi Baddegeswara?
1. Baddega 2. Arikesari-I
3. Vinayaditya 4. Pampa
jawaban 1

15. Kepada siapa Vinayaditya membantu dalam penghancuran chalukya barat?
1. Krishna-II 2. Indra-III
3. Dhruva 4. Dantidurga
Jawab 4

16. Dari periode siapa, Vemulawada adalah ibukota?
1. Arikesari-I 2. Narasiinha-II
3. Vinayaditya 4. Vagaraju
jawaban 1

17. Kitab atau kitab-kitab yang ditulis oleh penyair istana Somadeva suri pada masa Arikesari-III:
1. Yasastilaka Champu kavyairi
2. Neeti Vakyamritam
3. Yukta Chintamani
4. Semua di atas
Jawab 4

18. Judul Somadeva suri:
1. Kavi raju 2. Tarkika Chakravarti
3. Sadvadachalasimha 4. Semua di atas
Jawab 4

19. Prasasti ke-1 yang menyatakan bahwa Arikesari-III membangun subhadama Jinalayam di Vemulawada hingga Somadeva suri:
1. Prasasti Parbhani
2. Prasasti Kollipara
3. Dekrit batu Vemulawada
4. Prasasti Kurkyala
jawaban 1

20. Prasasti yang menunjukkan bahwa kerajaan Arikesari meluas di daerah aliran sungai Kresna:
1. Srisailam 2. Eleswaram
3. 1 & 2 4. Parbhani
Jawab 3

21. Gelar Arikesari-U:
1. Maha mandaleswara
2. Maha samantadhipati
3.1 & 2
4. Tarkika Chakrvarti
Jawab 3

22/Siapa yang menulis dan mengeluarkan prasasti Kurkyala
1. Jina vallabha 2. Malliya Rechana
3. Pampa 4. Arikesari-II
jawaban 1

23. Chalukya adalah keturunan bulan, tetapi Chalukya Vemulawada mengklaim bahwa mereka adalah keturunan Dewa Matahari. Klaim ini muncul di prasasti yang mana?
1. Dekrit batu Kurkyala
2. Dekrit rock Parbhani
3. Prasasti Batu Kollipara
4. Dekrit batu Kuruvagattu

Jwb. 2
24. Raja Vemulawada Chalukya, bergelar Nirupadeva
1. Arikesari-I 2. Yuddhamalla
3. Baddega. 4. Vega raju
jawaban 1

25. Siapa feudator raja Rashtrakuta Indra-III:
1. Yuddhamalla-III 2. Narasimha-II
3. Arikesari-II 4. Baddega
jawaban 2

26. Selama rezim siapa Jaina Chaumukha diukir di Vemulawada?
1. Narasimha-II 2. Arikesari-II
3. Yuddhamalla 4. Baddega
jawaban 1

27. Raja Vemulawada Chalukya, yang menaklukkan kerajaan Vengi dan Trikalinga:
1. Arikesari-I 2. Arikesari-II
3. Vinayaditya 4. Vaga raju
jawaban 1

28. Menurut prasasti, pada tahun berapa Jinalayam dibangun di desa Repaka?
1.960A.D. 2.968A.D,
3. 955 M. 4. 973A.D.
jawaban 2

29. Kuil yang dibangun dengan nama Chalukya Vemulawada:
1. Candi Rajeswara
2. Baddegeswara (candi Bhimeswara)
3. 1 & 2
4. Eleswaram
Jawab 3

30. Prasasti yang pertama kali memiliki puisi dalam bahasa Telangana:
1. Kurkyala 2. Kuruvagattu
3. Vemulawada 4. Kollipara
jawaban 1

31. Raja Chalukya Vemulawada, yang menikah
adik Indra-III (Jakawa)’
1. Narasimha-I 2. Narasimha-II
3. Arikesari-II 4. Arikesari-III
jawaban 2

32. Sumber utama untuk sejarah Vemulawada Chalukya:
1. ‘Prasasti Kollipara
2. Prasasti tembaga Parbhani
3. Dekrit batu Vemulawada
4. Semua di atas
Jawab 4

33. Prasasti atau prasasti yang menunjukkan Vemulawada Chalukya adalah feudato¬ries dari Rastrakutas:
1. Kollipara 2. Kuruvagattu
3. Parbhani 4. 1 & 2
Jawab 4

34. Daerah yang ditaklukkan oleh Arikesari dengan instruksi yang diberikan oleh kaisar Rashtrakuta Dhruva:
1. Vengi. 2. Trikalinga
3. 1 & 2 4. Recharla
Jawab 3

35. Masa pemerintahan Arikesari-I:
1. 780-800 M. 2. 800-820 M.
3. 820-840 M. 4. 840-860 M.
jawaban 1

36. Raja yang memerintah negara setelah Arikesari-II:
1. Baddega 2. Vagaraju
3. Arikesari-III 4. Yuddhamalla-III
jawaban 2

37. Tahun pembuatan Arikesari-III
Prasasti tembaga parbhani: .
1.966 M. 2. 968A.D.
3.962A.D. 4 960A.D.
jawaban 1

38. Prasasti mana yang memberi tahu kita bahwa Arikesari- I memberikan desa Belmoga kepada Sadyoga
Sivacharya yang merupakan penduduk Eleswara?
1. Prasasti Repaka
2. Dekrit tembaga Kollipara
3. Prasasti tembaga parbhani
4. Prasasti Kuruvagattu
jawaban 2

39. Candi Jaina yang dibangun oleh Arikesari, di desa Kurkyala, kabupaten Karimnagar:
1. Kuil jain Tribhuvana
2. Kuil Tilaka jain
3. Kuil jain Tribhuvana Tilaka
4. Semua di atas
Jawab 3

40. Agama yang dilindungi oleh Vemulawada Chalukyas:
1. Hindu 2. Jaina
3. Veerasaivam 4. Semua di atas
Jawab 4

41. Wilayah mana yang diberikan sebagai kerajaan feudator oleh Dantidurga kepada Yuddhamalla saat ia mengalahkan Badami Chalukyas?
1. Nizamabad-Bodhana
2. Karimnagar-Kurkyala
3. 1 & 2
4. Tak satu pun dari ini
jawaban 1

42. Siapa yang menginvasi wilayah utara atas nama kaisar Rashtrakuta Indra III?
1. Narasimha-II 2. Narasimha-III
3. Arikesari-II 4. Arikesari-III
jawaban 1

43. Kerajaan yang ditaklukkan oleh Narasimha II:
1. Laata 2. Sapta malava
3. Kalapriya 4. 1 & 2
Jawab 4

44. Malliya Rechana yang menulis f ‘Kavijanasrayam’ bertempat tinggal di pengadilan:
1. Arikesari-I 2. Arikesari-II •
3. Narasimha-II 4. Narasimha-VI
jawaban 2

45. Kuil Jaina yang dibangun oleh Vemulawada Chalukyas:
1. Kuil Subhadama Jain (Vemulawada)
2. Candi Arikesari Jain (Repaka)
3. Kuil Yuddhamalla Jain (Sanigaram)
4. Semua di atas
Jawab 4

46. ​​Raja Chalukya Vemulawada, yang mengalahkan kaisar Mahipala dalam perang yang diadakan di tempat yang disebut Halapriya’.
1. Narasimha-II 2. Narasimha-I
3. Arikesari-II 4. Arikesari-I
jawaban 1

47. Rezim Vinayaditya yuddhamalla, pendiri dinasti Vemulawada Chalukya:
1.720-750 M. 2. 750-780 M.
3. 740-770 M. 4. 760-790 M.
jawaban 2

48. Gelar Arikesari-I:’
1. Samasta lokasraya 2. Tribhuvana malla 3. Raja trinetra 4. Semua di atas
Jawab 4

49. Raja Vemulawada Chalukya, Yang memberikan Dharmapuri kepada penyair Pampa sebagai agraharam:
1. Arikesari-II 2. Arikesari-I
3. Baddega 4. Vagaraju
jawaban 1

50. Prasasti yang menginformasikan kepada kita bahwa Baddega-II, putra kedua Arikesari-II membangun kuil Subhadama Jain untuk Somadeva suri:
1. Prasasti Vemulawada
2. Prasasti Kurkyala
3. Prasasti Repala
4. Prasasti Kollipara


Tonton videonya: how to make a kannada project Topic Kendra Sahithya prashasti winners (Agustus 2022).