Ceritanya

Navigasi Besar - Perencanaan Berlayar


Berlayar di abad ke-15 dan ke-16 adalah tugas yang sangat berisiko, terutama ketika sampai di lautan yang tidak dikenal.

Ketakutan yang ditimbulkan oleh kurangnya pengetahuan dan imajinasi pada waktu itu sangat umum. Banyak yang percaya bahwa laut dapat dihuni oleh monster, sementara yang lain memiliki pandangan tanah sebagai datar dan, karena itu, ketika mereka berlayar ke "ujung" karavel bisa jatuh ke dalam jurang yang dalam.

Dalam konteks ini, merencanakan perjalanan adalah yang paling penting. Orang Eropa memiliki beberapa alat navigasi, seperti kompas, astrolabe dan panah otomatis. Dua yang terakhir ini menggunakan lokasi bintang-bintang sebagai titik referensi.


astrolabe

Itu juga perlu untuk menggunakan alat transportasi yang cepat dan tahan. Kafilah memenuhi tujuan-tujuan ini, meskipun kecelakaan dan kecelakaan terjadi. Kafilah mampu membawa barang dan manusia dalam jumlah besar. Pelaut, tentara, pendeta, pembantu, dokter, dan bahkan juru tulis ikut serta dalam navigasi untuk menuliskan semua yang terjadi selama perjalanan.


Caravels

Navigasi Portugis dan penemuannya

Pada tahun 1498, Portugal melakukan salah satu navigasi paling penting: itu adalah kedatangan karavel, yang diperintahkan oleh Vasco da Gama ke Hindia. Berlayar di sekitar benua Afrika, Vasco da Gama tiba di Calicute dan dapat menikmati semua manfaat dari perdagangan langsung dengan Timur. Sekembalinya ke Portugal, karavel Portugis yang sarat bumbu menghasilkan keuntungan luar biasa bagi rakyat Lusitan.

Prestasi penting lainnya adalah kedatangan kafilah Cabral di pantai Brasil pada bulan April 1500. Setelah melakukan pengintaian atas tanah "yang ditemukan", Cabral melanjutkan perjalanannya menuju Hindia.
Karena peristiwa ini, Portugal menjadi kekuatan ekonomi utama saat itu.


Lukisan Vasco da Gama pada saat kedatangan di India, bertuliskan bendera yang digunakan dalam Penemuan: Lengan Portugal dan salib Kristus, sponsor gerakan ekspansi yang diprakarsai oleh Infante D. Henrique. (tautan ke lampiran Vasco da Gama)